Tak Berkategori

Bagian tengah gedung Kantor Pusat Administrasi Universitas Syiah Kuala.

Sejarah USK: Dari Cita-Cita Rakyat Aceh hingga Berdirinya Universitas Syiah Kuala

Universitas Syiah Kuala (USK) lahir dari harapan masyarakat Aceh untuk membangun pendidikan tinggi di daerahnya. Perjalanan kampus di Darussalam, Banda Aceh, ini berkaitan erat dengan upaya menjadikan pendidikan sebagai jalan kemajuan sekaligus pemersatu masyarakat.

Merintis Kota Pelajar Mahasiswa Darussalam

Pada 1957, para pemimpin Aceh bersama ulama, cendekiawan, dan unsur masyarakat mulai merancang pembangunan pendidikan daerah. Di antara tokoh yang terlibat ialah Ali Hasjmy, Syamaun Ghaharu, dan T. Hamzah Bendahara. Gagasan tersebut berkembang menjadi pembangunan Kota Pelajar Mahasiswa atau Kopelma Darussalam.

Peletakan batu pertama Kopelma Darussalam dilaksanakan pada 17 Agustus 1958 oleh Menteri Agama K.H. Mohd. Ilyas atas nama pemerintah pusat. Pada 2 September 1959, Presiden Soekarno meresmikan kawasan pendidikan tersebut sekaligus membuka Fakultas Ekonomi sebagai cikal bakal universitas. Tahap ini perlu dibedakan dari tanggal berdirinya USK sebagai universitas pada 1961.

Resmi Berdiri pada 1961

USK berdiri pada 2 September 1961 berdasarkan Surat Keputusan Menteri Pendidikan Tinggi dan Ilmu Pengetahuan Nomor 11 Tahun 1961, tertanggal 21 Juli 1961. Pendiriannya kemudian dikukuhkan melalui Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 161 Tahun 1962, tertanggal 24 April 1962.

Warisan Pendidikan Aceh

Nama Syiah Kuala merujuk kepada ulama Abdur Rauf As-Singkili. Kehadirannya dalam nama universitas menghubungkan cita-cita pendidikan tinggi dengan tradisi keilmuan Aceh. Pembangunan Darussalam juga melibatkan gotong royong berbagai lapisan masyarakat, sehingga kampus ini memiliki ikatan sejarah yang kuat dengan rakyat Aceh.

Sumber:
Sejarah Fakultas Ekonomi dan Bisnis USK — https://feb.usk.ac.id/sejarah/
Transformasi USK, Majelis Wali Amanat USK — https://mwa.usk.ac.id/sejarah-prodi/

Ilustrasi buku terbuka dan pelajar menuju cahaya, disertai kutipan tentang pendidikan

Pendidikan, Cahaya bagi Langkah Generasi Esok

“Pendidikan adalah cahaya yang kita nyalakan hari ini, agar langkah generasi esok tidak kehilangan arah.”

Setiap ilmu yang dibagikan, setiap pertanyaan yang didengarkan, dan setiap semangat belajar yang dijaga adalah bagian dari menyalakan cahaya itu. Dari ruang kelas hingga rumah, kita dapat membantu anak-anak tumbuh dengan pengetahuan, keberanian, dan hati yang peduli.

Ilustrasi dibuat dengan bantuan AI.

Gedung Kantor Pusat Administrasi Universitas Syiah Kuala dengan taman di depannya

Kelebihan Kampus USK: Pilihan Studi Beragam dan Riset yang Dekat dengan Kebutuhan Masyarakat

Universitas Syiah Kuala (USK) di Banda Aceh memiliki sejumlah kelebihan yang layak dipertimbangkan calon mahasiswa. Kampus ini menawarkan beragam bidang studi serta lingkungan akademik yang menghubungkan pendidikan, penelitian, dan kebutuhan masyarakat.

Pilihan Bidang Studi yang Beragam

Keragaman program studi menjadi salah satu daya tarik USK. Calon mahasiswa dapat mempertimbangkan bidang yang sesuai dengan minat dan tujuan kariernya. Lingkungan universitas dengan beragam disiplin ilmu juga membuka ruang untuk bertukar gagasan dan melihat persoalan dari berbagai sudut pandang.

Riset Kebencanaan yang Relevan

USK memiliki Tsunami and Disaster Mitigation Research Center (TDMRC), pusat riset yang berfokus pada tsunami dan mitigasi bencana. Kegiatan risetnya mencakup pemodelan banjir dan tsunami, risiko multibahaya, serta teknologi peringatan dini. Keberadaan pusat ini menjadi kekuatan akademik yang relevan dengan kebutuhan Aceh dan wilayah rawan bencana lainnya.

Inovasi Berbasis Potensi Daerah

Melalui Atsiri Research Center (ARC), USK mengembangkan riset berbasis nilam Aceh hingga menghasilkan produk yang memasuki tahap komersialisasi. Contoh ini memperlihatkan hubungan antara pengetahuan di kampus, potensi daerah, dan pengembangan produk bernilai ekonomi. Bagi calon mahasiswa, kegiatan tersebut menjadi gambaran bahwa hasil penelitian dapat diterapkan di luar ruang kuliah.

Dukungan Referensi Akademik

Layanan perpustakaan USK menyediakan koleksi cetak serta akses sumber elektronik, termasuk e-book dan e-journal melalui portal UILIS. Dukungan referensi seperti ini membantu mahasiswa memperluas bacaan, mengerjakan tugas, dan menyiapkan penelitian.

Belajar dengan Orientasi Manfaat

Kekuatan USK dapat dilihat dari perpaduan pilihan studi, dukungan referensi, dan pengembangan riset yang berangkat dari persoalan nyata. Calon mahasiswa tetap perlu memeriksa kurikulum, akreditasi program studi, biaya, serta persyaratan penerimaan pada program yang diminati agar pilihan kuliahnya sesuai dengan kebutuhan.

Sumber resmi:
https://usk.ac.id/
https://usk.ac.id/tdmrc-usk-gelar-in-saintek-2026-perkuat-literasi-dan-kesiapsiagaan-bencana-hidrometeorologi/
https://usk.ac.id/wamendiktisaintek-puji-riset-dan-hilirisasi-usk-saat-kunjungi-arc-dan-tdmrc/
https://arsitektur.usk.ac.id/id/perpustakaan


Buka Lampiran Pdf2 (Google Drive)

Download File Lampiran Pdf1

Ilustrasi guru mendampingi anak-anak PAUD bermain balok dan membaca buku bergambar.

Pentingnya Pendidikan Anak Usia Dini: Menumbuhkan Kemandirian dan Cinta Belajar

Pendidikan anak usia dini (PAUD) memiliki peran penting dalam mendampingi anak mengenal diri, orang lain, dan lingkungan sekitarnya. Pada masa ini, pengalaman sehari-hari menjadi kesempatan belajar: mendengarkan cerita, menyusun balok, bernyanyi, hingga bermain bersama teman. Melalui kegiatan yang sesuai tahap perkembangannya, anak dapat membangun dasar untuk menjalani proses belajar berikutnya.

Belajar Melalui Bermain

Bagi anak usia dini, bermain merupakan bagian penting dari belajar. Saat menyusun balok, anak mencoba mengenali bentuk, menjaga keseimbangan, dan mencari cara agar bangunannya tetap berdiri. Ketika bermain peran, anak berlatih menggunakan bahasa, berimajinasi, dan memahami situasi dalam kehidupan sehari-hari.

Karena itu, kegiatan PAUD perlu memberi ruang bagi anak untuk bergerak, bertanya, mencoba, dan bereksplorasi. Pendidikan pada tahap ini tidak perlu dipersempit menjadi latihan membaca, menulis, dan berhitung. Rasa ingin tahu serta pengalaman belajar yang menyenangkan juga perlu dipelihara.

Membangun Kemampuan Sosial dan Emosional

Berinteraksi dengan teman memberi anak kesempatan untuk belajar bergiliran, berbagi alat permainan, bekerja sama, dan menyampaikan keinginan dengan kata-kata. Proses tersebut membutuhkan pendampingan karena setiap anak masih belajar memahami perasaan dirinya dan orang lain.

Ketika anak kecewa atau mengalami perselisihan, guru dapat membantu menamai perasaannya dan mencari penyelesaian yang sederhana. Pendampingan yang hangat membantu anak merasa didengar sekaligus mengenal batas perilaku yang menghargai orang lain.

Melatih Kemandirian dari Kebiasaan Kecil

Kemandirian tumbuh melalui kesempatan melakukan hal-hal sederhana. Merapikan mainan, mencuci tangan, menyimpan tas, dan mencoba memakai sepatu menjadi pengalaman berharga bagi anak. Orang dewasa dapat memberi contoh, menawarkan bantuan seperlunya, lalu memberi waktu agar anak mencoba sendiri.

Penghargaan terhadap usaha juga penting. Ucapan seperti “Kamu sudah mencoba merapikan balok sampai selesai” membantu anak mengenali proses yang dilakukannya. Anak tidak harus selalu dibandingkan dengan teman, sebab perkembangan dan kebutuhan dukungan setiap anak berbeda.

Keluarga dan Guru Saling Mendukung

Pendidikan anak tidak berhenti ketika kegiatan di PAUD selesai. Di rumah, percakapan saat makan, membaca buku bersama, bermain, dan melibatkan anak dalam kegiatan sederhana dapat memperkaya pengalamannya. Kehadiran orang tua yang mau mendengarkan memberi ruang bagi anak untuk bercerita dan bertanya.

Komunikasi antara orang tua dan guru membantu keduanya memahami kebiasaan, minat, serta kesulitan anak. Dengan saling berbagi pengamatan, pendampingan dapat lebih sesuai dengan kebutuhan anak tanpa memberikan tuntutan yang berlebihan.

Menyiapkan Anak untuk Terus Bertumbuh

Kesiapan memasuki pendidikan berikutnya mencakup banyak hal, seperti kemampuan berkomunikasi, mengikuti rutinitas sederhana, berinteraksi, dan mencoba mengerjakan tugas sesuai kemampuannya. Kemampuan akademik awal merupakan salah satu bagian dari proses tersebut, bersama perkembangan fisik, sosial, dan emosional.

PAUD yang bermakna memberi anak lingkungan yang aman, penuh perhatian, dan kaya kesempatan belajar. Melalui kerja sama keluarga dan pendidik, anak dapat tumbuh lebih mandiri, percaya diri untuk mencoba, serta menikmati proses menemukan hal-hal baru. Itulah dasar berharga untuk membangun kecintaan belajar sejak dini.

Ilustrasi peringatan Dies Natalis ke-65 Universitas Syiah Kuala bernuansa hijau dan emas dengan tampilan Gedung KPA USK.

Dies Natalis ke-65 USK, Merawat Kebersamaan dan Menguatkan Pengabdian

BANDA ACEH — Dies Natalis ke-65 Universitas Syiah Kuala (USK) menjadi momentum untuk mempererat kebersamaan sekaligus meneguhkan peran kampus dalam kehidupan masyarakat. Perayaan ini menghadirkan ruang pertemuan bagi keluarga besar USK melalui kegiatan olahraga, budaya, dan kreativitas.

Semangat tersebut terlihat dalam kegiatan jalan santai dan Festival Kuah Beulangong pada 20 September 2026. Sivitas akademika berkumpul dalam suasana kekeluargaan, menikmati kuliner khas Aceh, serta memperkuat silaturahmi lintas fakultas dan unit kerja.

Perayaan juga menjangkau generasi muda. FISIP USK menyelenggarakan lomba mewarnai logo Milad ke-65 pada 26 September 2026 yang diikuti 70 anak tingkat SD/MI. Kegiatan ini memberi ruang bagi anak-anak untuk mengembangkan kreativitas sekaligus mengenal lingkungan perguruan tinggi sejak dini.

Memasuki usia ke-65, USK diharapkan terus memperkuat pendidikan, penelitian, dan pengabdian yang menjawab kebutuhan masyarakat. Kebersamaan yang tumbuh dalam perayaan menjadi bekal untuk melahirkan karya dan kontribusi yang semakin luas bagi Aceh dan Indonesia.

Selamat Dies Natalis ke-65 Universitas Syiah Kuala. Terus tumbuh, berkarya, dan memberi manfaat.

Sumber informasi:
FISIP USK — Semarak Milad ke-65 USK: Sivitas Akademika FISIP Ramaikan Fun Walk dan Festival Kuah Beulangong (20 September 2026) (fisip.usk.ac.id)
FISIP USK — Semarak Milad ke-65 USK, FISIP Gelar Lomba Mewarnai Logo untuk Siswa SD/MI (26 September 2026) (fisip.usk.ac.id)

[Editorial]

Karhutla Ketapang Jadi Fokus, Kemenhut Siapkan 104 Personel Tambahan

Karhutla Ketapang Jadi Fokus, Kemenhut Siapkan 104 Personel Tambahan

KETAPANG — Kementerian Kehutanan menyiapkan penugasan 104 personel untuk mempercepat penanganan kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat. Rencana penguatan ini dibahas dalam rapat koordinasi yang dipimpin Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni pada Jumat, 23 Oktober 2026.

Menurut siaran pers Kemenhut, pemantauan hingga 22 Oktober pukul 23.59 WIB mencatat 39 titik panas berkepercayaan tinggi di Kalimantan Barat. Sebanyak 37 titik berada di Ketapang, sedangkan Melawi dan Sintang masing-masing mencatat satu titik.

Personel Kemenhut dijadwalkan datang pada 23–26 Oktober dengan masa tugas 14 hari. Dukungan lintas sektor juga direncanakan melalui tambahan sekitar 300 personel Polri dan 400 personel TNI, serta peningkatan personel BPBD dari tujuh menjadi 17 orang.

Raja Juli meminta seluruh pihak memanfaatkan penurunan titik panas untuk mempercepat penanganan, sambil menjaga kesiapsiagaan agar kebakaran tidak kembali meluas.

Sumber: Kehutanan.

FMIPA USK Perluas Kemitraan dengan Kanwil DJPb Aceh untuk Pengembangan SDM

FMIPA USK Perluas Kemitraan dengan Kanwil DJPb Aceh untuk Pengembangan SDM

BANDA ACEH — Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Syiah Kuala (FMIPA USK) menjalin kerja sama dengan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan Provinsi Aceh melalui penandatanganan perjanjian kerja sama. Informasi tersebut dipublikasikan melalui situs resmi FMIPA USK pada 6 Oktober 2026.

Kemitraan ini membuka peluang kegiatan bersama dalam bidang pendidikan, pengembangan sumber daya manusia, serta penguatan hubungan kelembagaan. Dekan FMIPA USK, Prof. Dr.rer.nat. Ilham Maulana, S.Si., mewakili fakultas dalam membangun kolaborasi tersebut.

Bagi mahasiswa, dosen, dan tenaga kependidikan, hubungan dengan instansi pemerintah diharapkan memperluas pemahaman mengenai administrasi pemerintahan, praktik profesional, dan penerapan ilmu dalam pekerjaan. Kedua institusi juga mengharapkan hadirnya kegiatan yang memberikan manfaat praktis bagi masing-masing pihak.

FMIPA USK menempatkan kemitraan tersebut sebagai bagian dari upaya memperluas jejaring antara perguruan tinggi dan pemerintah. Kerja sama ini diharapkan berlanjut menjadi program yang produktif dan berkelanjutan untuk mendukung pendidikan serta pengembangan SDM di Aceh.

Sumber: FMIPA – Universitas Syiah Kuala (USK).

Empat Buku Dosen FEB USK Tawarkan Gagasan Manajemen untuk Penguatan Ekonomi Masyarakat

Empat Buku Dosen FEB USK Tawarkan Gagasan Manajemen untuk Penguatan Ekonomi Masyarakat

DARUSSALAM — Mukhlis, dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Syiah Kuala (FEB USK), mengangkat pentingnya ilmu manajemen yang menjawab kebutuhan masyarakat melalui empat buku yang ditulis bersama sejumlah akademisi. Mengacu pada pemberitaan FEB USK tanggal 15 Oktober 2026, karya tersebut membahas kedaulatan ekonomi, sumber daya manusia, pemasaran, dan filsafat ilmu manajemen.

Dalam pembahasan sumber daya manusia, Mukhlis menekankan perlunya menilai kesesuaian teori internasional dengan keadaan Indonesia. Faktor adat, patronase, perjalanan karier, dan pengabdian dipandang perlu diperhitungkan saat memahami organisasi serta birokrasi daerah.

Ia juga memperkenalkan gagasan Marketing Sovereignomic yang menghubungkan pemasaran dengan kesadaran mendukung ekonomi nasional. Produk lokal, menurut pandangannya, perlu membangun makna dan kebanggaan agar pilihan konsumen tidak semata-mata ditentukan oleh harga.

Di bidang penelitian, Mukhlis berharap kajian manajemen dapat menjelaskan penyebab mendasar persoalan ekonomi dan menawarkan manfaat bagi desa serta usaha kecil. Gagasan dalam buku-buku itu dikaitkan dengan pendidikan berkualitas, pertumbuhan ekonomi, dan pengurangan kesenjangan, yakni SDGs 4, 8, dan 10.

Karya yang melibatkan Prof. Jasman, Prof. Nazamuddin, Hendra Halim, T. Meldi, dan rekan-rekan tersebut diharapkan menjadi bahan rujukan mahasiswa, terutama jenjang magister dan doktor. Mukhlis turut membuka ruang kritik untuk menyempurnakan karya dan memperkuat kontribusinya bagi masyarakat.

Sumber: feb.usk.ac.id.

Stella Christie Soroti Pentingnya Ketangguhan Lulusan Memasuki Dunia Kerja

Stella Christie Soroti Pentingnya Ketangguhan Lulusan Memasuki Dunia Kerja

DEPOK — Ketangguhan menghadapi tantangan kerja menjadi salah satu perhatian industri terhadap lulusan perguruan tinggi. Dilansir detikEdu, Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Stella Christie menyampaikan temuan itu saat mengikuti Akademi Kepemimpinan Pendidikan Tinggi di Kampus Universitas Indonesia, Depok, Kamis (22/10/2026).

Masukan tersebut diperoleh melalui diskusi di Universitas Brawijaya yang melibatkan 19 pelaku industri dari Malang. Pertemuan itu membahas kesesuaian pendidikan tinggi dengan kebutuhan dunia kerja yang terus berubah.

Menurut penuturan Stella, penguasaan ilmu perlu disertai daya tahan dan ketekunan. Ia mendorong kampus memperhatikan kemampuan tersebut dalam menyiapkan mahasiswa memasuki lingkungan profesional.

Pemetaan kebutuhan industri juga sedang dilakukan untuk memahami keterampilan yang diperlukan dan menilai kesesuaiannya dengan lulusan yang dihasilkan perguruan tinggi. Stella menekankan bahwa selain ijazah, kemampuan serta kualitas lulusan tetap menjadi pertimbangan dalam perekrutan.

Sumber: detikedu.